Anggota Parlemen Australia Haines ditabrak kendaraan di luar kantornya; polisi menyebut jaksa akan menyatakan serangan itu bertarget
Menurut ABC News Australia, anggota parlemen independen Helen Haines ditabrak kendaraan di luar kantornya di Wangaratta, Australia, dan kondisinya kritis. Brendan Nugent, 43 tahun, didakwa atas tiga perkara, yaitu mengendarai secara berbahaya sehingga menyebabkan cedera serius, dengan sengaja menyebabkan cedera serius, serta melukai pejabat publik Commonwealth. Polisi Victoria menyatakan bahwa jaksa akan berargumen bahwa peristiwa tersebut merupakan serangan bertarget, tetapi laporan tidak menye
ABC News Australia melaporkan bahwa anggota parlemen independen Helen Haines ditabrak kendaraan di luar kantornya di Wangaratta dan kondisinya kritis. Laporan itu menyatakan kendaraan yang terlibat dikemudikan oleh Brendan Nugent, 43 tahun. Ia didakwa atas tiga perkara, yaitu mengendarai secara berbahaya sehingga menyebabkan cedera serius, dengan sengaja menyebabkan cedera serius, serta melukai pejabat publik Commonwealth. Polisi Victoria menyatakan bahwa jaksa akan berargumen bahwa hal itu merupakan serangan bertarget. Motivasi spesifik yang akan diklaim jaksa tidak tercantum dalam laporan, sedangkan apakah tuduhan-tuduhan itu dapat dibuktikan masih harus ditentukan pengadilan. Laporan itu juga tidak memberikan bukti adanya hubungan sebab-akibat langsung antara pernyataan media sosial dan serangan tersebut.
Hinaan media sosial, ancaman membunuh, dan ancaman pemerkosaan terhadap tokoh politik telah berkembang hingga mencapai "skala industri", kata Menteri Layanan Sosial Tania Pribicek. Sebelumnya, ia memposting di media sosial untuk mendukung Senator Jacqui Lambie dan mengkritik sebuah kartun yang menyindir prolaps vagina Lambie. Pada hari setelah serangan terjadi, seorang pengguna berkomentar di bawah unggahan itu bahwa Lambie "pantas ditabrak sebuah LandCruiser". Pribicek juga mengatakan bahwa selama bertahun-tahun ia menerima banyak ancaman membunuh dan ancaman pemerkosaan, sebagian di antaranya bahkan telah dibawa ke persidangan. Ia pernah menerima selembar kertas tanpa prangko di depan rumahnya, bertuliskan harapan agar anak-anaknya meninggal karena kanker yang menyakitkan.
Anggota Parlemen Koalisi Andrew Hastie menempatkan fenomena "skala industri" di media sosial sebagai satu lagi isu yang mendapat perhatian. Ia mengatakan paparan terhadap informasi negatif yang ekstrem dan emosional dapat mendorong orang untuk bertindak. Selama enam bulan terakhir, hinaan media sosial yang ia terima meningkat, sehingga kini stafnya harus mengelola akun media sosialnya. Menurut Hastie, jika lingkungan ini tidak membaik, Parlemen akan sulit menarik orang-orang bertalenta dan kebijakan publik juga akan rusak. Perdana Menteri Anthony Albanese dan sejumlah orang lain juga menyerukan adanya diskusi publik yang lebih tenang.
Anggota Parlemen Inggris Kim Leadbeater—kakak perempuan Jo Cox, anggota parlemen yang dibunuh pada 2016—kini mewakili konstituensi yang pernah dipegang Jo semasa hidupnya. Leadbeater menyebut serangan ini sebagai titik refleksi bagi Australia atas budaya politiknya. Ia berkata: "Bagi Australia, mungkin sudah waktunya untuk berpikir seperti apa politik seharusnya, dan bagaimana kita dapat menyatukan orang serta menemukan titik temu." Ia menyatakan bahwa dia "sangat sedih" dan dapat membayangkan apa yang sedang dialami Haines serta keluarga, teman, rekan kerja, dan stafnya.
Kim Leadbeater kemudian memperingatkan: "Peristiwa tidak terjadi dalam vakum. Serangan mengerikan dan kejadian seperti ini tidak berdiri sendiri. Semuanya merupakan bagian dari budaya yang lebih luas dalam politik dan masyarakat, dan kita semua memiliki bagian di dalamnya." Dalam wawancara dengan ABC News Australia, ia mengatakan bahwa selama sepuluh tahun ia selalu menuntut agar budaya politik ditinjau, tetapi setiap kali insiden serius terjadi, orang-orang kembali ke diskusi yang sama. Hal itu membuatnya frustrasi.
Pada tahap ini, menyalahkan secara langsung salah satu faksi politik, platform, atau jenis pengguna internet tertentu atas kasus ini melampaui bukti yang tersedia. Tuduhan politik yang terlalu umum juga dapat mengaburkan akuntabilitas hukum terhadap tergugat tertentu. Klaim bahwa serangan tersebut bertarget, seperti yang disampaikan jaksa, tetap harus diuji dengan bukti. Perlindungan bagi anggota parlemen, keluarga, dan staf juga tidak dapat hanya berhenti pada slogan "diskusi yang lebih tenang".
Belum ada komentar. Mulai diskusi.