Bandara Internasional Riyadh Diserang untuk Ketiga Kalinya dalam Seminggu, Otoritas Penerbangan Sipil Saudi Sebut Banyak Korban Terluka
Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi pada 10 Oktober mengonfirmasi bahwa Bandara Internasional Raja Khalid Riyadh diserang untuk ketiga kalinya dalam seminggu, menyebabkan banyak orang terluka. Metode serangan dan identitas pelaku hingga saat ini masih belum jelas.
Riyadh—Menurut laporan Al Jazeera, Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi pada 10 Oktober mengonfirmasi bahwa Bandara Internasional Raja Khalid Riyadh diserang pada hari itu, menyebabkan orang-orang terluka. Ini merupakan serangan ketiga terhadap bandara tersebut dalam seminggu.\n\nPernyataan singkat yang dikeluarkan oleh Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi menyebutkan bahwa insiden tersebut menyebabkan "banyak orang terluka", namun tidak merinci jumlah pasti maupun tingkat keparahan luka. Video dari lokasi kejadian yang disiarkan oleh Al Jazeera menunjukkan adanya kerusakan di dalam terminal bandara.\n\nOtoritas Saudi dan media terkait belum mengungkap metode maupun senjata yang digunakan dalam serangan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada organisasi atau individu yang secara terbuka mengklaim bertanggung jawab atas serangan hari itu maupun dua serangan lainnya yang terjadi lebih awal dalam minggu ini; motif di balik serangan juga masih menjadi teka-teki.\n\nBandara Internasional Raja Khalid Riyadh merupakan pusat utama transportasi udara Arab Saudi, yang mengoperasikan banyak rute internasional dan domestik. Tiga serangan berturut-turut dalam seminggu ini menimbulkan keraguan publik terhadap efektivitas keamanan bandara. Dengan minimnya informasi mengenai pihak penyerang, setiap spekulasi mengenai latar belakang serangan akan menjadi sekadar dugaan; namun yang dapat dipastikan adalah bahwa insiden ini secara langsung berdampak pada staf bandara dan para penumpang yang melintas—mereka tidak mendapat peringatan maupun kemampuan untuk bertahan dari serangan tersebut.
Belum ada komentar. Mulai diskusi.