Kekuasaan & Politik

Pesawat Hadiah Keluarga Kerajaan Qatar Melepas Slide Darurat Sebelum Lepas Landas, Perjalanan Trump ke Dallas Terganggu, Kontroversi Hadiah Asing Berlanjut

Pesawat hadiah dari keluarga kerajaan Qatar senilai sekitar 400 juta dolar AS secara tidak sengaja melepas slide darurat sebelum lepas landas di Pangkalan Gabungan Andrews, sehingga menyebabkan perjalanan singkat Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Dallas untuk menghadiri Konvensi Partai Republik jelang pemilihan sela terganggu. Hadiah asing yang belum pernah terjadi sebelumnya ini terus menghadapi kecurigaan dari sebagian anggota parlemen dan para ahli etika.

0 kali dilihatMasuk untuk menyimpan
TRUTH ERA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump awalnya dijadwalkan berangkat ke Dallas pada tanggal 9 untuk menghadiri Konvensi Partai Republik jelang pemilihan sela dan menyampaikan pidato utama, namun pesawat khususnya—sebuah pesawat modifikasi yang dihadiahkan oleh keluarga kerajaan Qatar—secara tidak sengaja melepas slide darurat yang mengembang pada hari itu di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, sehingga perjalanannya terpaksa tertunda sejenak.

Menurut laporan ABC News yang mengutip sumber-sumber yang mengetahui masalah tersebut, personel militer secara tidak sengaja memicu perangkat pelepas slide selama proses persiapan. Sebelum naik ke pesawat, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa personel darat sedang memeriksa kondisi slide di lokasi. "Mereka sedang memeriksa slide di sini. Saya pikir butuh 15 menit," kata Trump, dan menekankan bahwa pesawat "sepenuhnya layak terbang". Ketika ditanya apakah ada masalah keamanan, Trump menyatakan personel ingin memastikan slide "berfungsi sempurna".

Slide darurat biasanya tidak diuji melalui pelepasan aktual sebelum lepas landas karena proses pelepasan dan pemasangan kembali memakan waktu lama. Pada akhirnya slide dilepas dari badan pesawat dan diangkut menggunakan sebuah truk pikap. Sebuah pesawat khusus yang sebelumnya pernah digunakan Trump juga diaktifkan sebagai rencana cadangan.

Yang menjadi perhatian adalah pesawat khusus ini bukan aset Amerika Serikat, melainkan hadiah dari keluarga kerajaan Qatar, senilai sekitar 400 juta dolar AS, dengan usia sekitar 14 tahun. Trump sebelumnya menyebutnya "pesawat paling mewah di dunia", dan pada bulan Juli tahun ini menyatakan pesawat tersebut akan "di-upgrade secara menyeluruh", dengan proses peningkatan yang diperkirakan memakan waktu sekitar satu bulan.

Hadiah asing ini menimbulkan kontroversi di dalam negeri Amerika Serikat, dengan sebagian anggota parlemen dan ahli etika mempertanyakan penerimaan hadiah bernilai sangat besar tersebut, dengan fokus pada skala hadiah yang belum pernah terjadi sebelumnya dan masalah etika kekuasaan di baliknya. Menurut laporan, pesawat tersebut saat ini masih dalam proses peninjauan. Kemajuan spesifik prosedur peninjauan hukum terkait belum jelas.

Trump akhirnya berangkat sesuai rencana ke Dallas untuk menghadiri Konvensi Partai Republik jelang pemilihan sela dan menyampaikan pidato utama.

Komentar

0

Belum ada komentar. Mulai diskusi.