Israel Copot Papan Nama dan Usir 20 Diplomat Inggris, Inggris Nyatakan Tetap Bertahan di Yerusalem Timur
Dilansir Al Jazeera, Israel mencopot papan nama kantor konsulat Inggris di Yerusalem Timur yang diduduki, dan memerintahkan 20 diplomat Inggris — termasuk konsul jenderal — untuk meninggalkan wilayah tersebut sebagai balasan atas sanksi terbaru yang dijatuhkan Inggris. Pemerintah Inggris menyatakan akan mempertahankan keberadaannya di lokasi tersebut.
Dilansir Al Jazeera pada 8 Oktober 2026, Israel mencopot papan nama kantor konsulat Inggris di Yerusalem Timur yang diduduki, dan mengumumkan bahwa 20 diplomat Inggris — termasuk konsul jenderal — harus meninggalkan lembaga tersebut. Al Jazeera menyebutkan, langkah ini merupakan balasan atas sanksi terbaru yang dijatuhkan Inggris.
Pemerintah Inggris kemudian menyatakan, terlepas dari tindakan apa pun yang diambil pihak Israel, Inggris akan mempertahankan keberadaannya di Yerusalem Timur yang diduduki.
Lokasi Yerusalem Timur yang diduduki memiliki makna khusus. Inggris telah lama mempertahankan posisi konsul jenderal di wilayah tersebut, yang terpisah dari kedutaan besarnya di Tel Aviv, dan bertugas melakukan kontak dengan pihak Palestina — arsitektur diplomatik yang unik ini sendiri merupakan perwujudan konkret dari sikap Inggris terhadap persoalan status Yerusalem Timur sejak tahun 1967. Hilangnya papan nama dan masuknya konsul jenderal dalam daftar yang harus meninggalkan wilayah tersebut menandakan arsitektur tersebut menghadapi tantangan langsung pada tataran fisik.
Objek spesifik serta lingkup sanksi terbaru yang dijatuhkan Inggris, begitu pula cara pihak Inggris akan menanggapi tindakan balasan Israel, hingga saat ini belum diungkap oleh sumber berita. Yang dapat dipastikan adalah: sanksi merupakan alat di tangan pihak Inggris, pencabutan papan nama dan pengusiran merupakan alat di tangan pihak Israel — benturan dua alat itu sedang berlangsung di Yerusalem Timur yang diduduki.
Belum ada komentar. Mulai diskusi.